Menumbuhkan Karya Bahan Belajar Dengan “membaTIK”

0
1071

  • Pemenang Acara membaTIK (Membuat Bahan Ajar Berbasis TIK)
Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom) menggelar acara Membuat Bahan Belajar Berbasis TIK (membaTIK) pada Sabtu, 25 Februari 2017 di Gedung Grha Media Pustekkom.

“Lomba ini diadakan untuk (mendorong masyarakat) membuat bahan-bahan belajar yang menarik dengan berbasis multimedia,” ujar Kepala Subbidang Aplikasi & Pengendalian Bidang PTP Berbasis  Multimedia dan Web Pustekkom, Suparman, di sela-sela kegiatan berlangsung.

Terdapat 27 peserta hadir dari 34 peserta yang berhasil lolos seleksi panitia, setelah sebelumnya mengikuti tahap pertama yaitu mengirimkan naskah/outline karya bahan belajar. Peserta yang lolos seleksi tersebut diwajibkan membuat bahan belajar dengan waktu 7 jam, yang pada akhirnya dipresentasikan di depan juri dan panitia.

Peserta terdiri dari guru dan kalangan umum yang berasal dari berbagai latar belakang status profesi/pekerjaan dan asal daerah, bukan hanya dari Jabodetabek. Sebagai bentuk apresiasi, karya terbaik akan dimasukkan ke dalam portal Rumah Belajar (http://belajar.kemdikbud.go.id). “Dengan adanya lomba ini, diharapkan ke depannya Rumah Belajar akan terisi dengan konten-konten pembelajaran yang lebih banyak dan lebih menarik,” tambah Suparman.

Di akhir acara, terpilih 10 karya terbaik yang terdiri dari pemenang 1, 2, 3 dan favorit 1, 2, 3 kategori guru, serta pemenang 1, 2, 3 dan favorit 1 dari kategori umum. Terdapat penambahan 2 pemenang favorit kategori guru dari rencana semula hanya 1, karena karya-karya mereka memang patut diperhitungkan, sehingga panitia mengapresiasi hal tersebut. Adapun daftar pemenang dapat dilihat pada http://belajar.kemdikbud.go.id/membatik

Ini adalah kali pertama Lomba membaTIK diadakan. Ke depan, membaTIK rencananya akan menjadi agenda tahunan dan diadakan di 5 kota besar di Indonesia. Panitia sangat mengapresiasi partisipasi peserta lomba membaTIK, walaupun panitia tidak menyediakan akomodasi dan transportasi, namun antusiasme keikutsertaan tetap tinggi.